Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Pergantian Kepala Lapas Kelas IIB Kualasimpang di Aceh Tamiang tidak hanya menjadi rotasi jabatan, tetapi juga meninggalkan jejak kepemimpinan Mudo Mulyanto yang dikenal tangguh, terutama saat menghadapi situasi banjir yang sempat melanda daerah tersebut.
Apresiasi terhadap kinerja Mudo juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Yan Rusmanto, yang menilai dedikasi tersebut tetap terjaga meski dalam kondisi sulit.
“Selamat menjalankan amanah dan terima kasih atas dedikasinya Pak Mudo, meskipun sedang dalam kondisi pasca bencana namun tetap eksis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selama menjabat, Mudo berhasil membawa Lapas Kualasimpang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sebuah capaian penting dalam reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam suasana perpisahan, Mudo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kinerjanya. Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pegawai dan pemangku kepentingan.
Kesaksian serupa juga disampaikan perwakilan pegawai Lapas. Mudo dinilai sebagai sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan mampu menjaga stabilitas di tengah situasi krisis.
Saat banjir melanda Aceh Tamiang, ia menghadapi kondisi darurat di dalam lapas yang dihuni 425 warga binaan pemasyarakatan (WBP), dengan pendekatan kemanusiaan dan ketenangan.
Di mata pegawai, Mudo dikenal sebagai pribadi yang sabar dan legowo, baik dalam membina staf maupun menghadapi dinamika di dalam lapas. Usai sertijab, Mudo Mulyanto akan melanjutkan tugas sebagai Kepala Lapas Brebes, Jawa Tengah.
Pergantian ini diharapkan menjadi estafet kepemimpinan yang tetap menjaga stabilitas serta meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan di Aceh Tamiang.
(Kamalruzamal)


