-->

TERKINI

Menteri LH Targetkan Jakarta Bebas Kirim Sampah Organik ke Bantar Gebang 2026

lampumerahnews
Jumat, 24 April 2026, 12.20 WIB Last Updated 2026-04-24T05:20:08Z

 Lampumerahnews.id 



JAKARTA —Pemerintah pusat dan Pemkot Jakarta Utara bersatu mendorong warga memilah sampah dari rumah. Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mendeklarasikan Gerakan Jakarta Utara 100% Pilah Sampah di Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jumat (24/4/2026).


Deklarasi ini bagian dari roadshow Kementerian LH bersama Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan sistematis dan terukur.


“Kami roadshow dari satu wilayah ke wilayah lain agar rencana pengelolaan sampah benar-benar jalan,” kata Hanif.


Ia menyebut target nasional pengelolaan sampah pada 2026 adalah 63,41%. Kuncinya: setop praktik _open dumping_. Jakarta yang memproduksi sekitar 8.000 ton sampah per hari harus ditangani bertahap.


“Kami berharap hingga Agustus 2026, Jakarta sudah bisa mengurangi sampah organik ke Bantar Gebang. Akhir Desember 2026, tidak ada lagi sampah organik yang dikirim ke sana,” tegasnya.


Pada 2027, hanya sampah residu yang boleh masuk TPST Bantar Gebang. Selebihnya harus selesai di sumber.


Hanif menekankan transformasi teknologi dan manajerial jadi kunci. Hotel, restoran, industri, hingga pasar didorong kelola sampah mandiri lewat pemilahan sejak awal.


Pilah sampah juga jadi syarat utama menuju _waste to energy_. “Waste to energy butuh sampah berkualitas. Itu cuma bisa dicapai kalau sampah sudah terpilah dari masyarakat,” tambahnya.


Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menyatakan siap mendukung penuh. Ia mengajak warga aktif memilah sampah dari rumah.


Deklarasi ini diharapkan memicu kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta Utara.

Komentar

Tampilkan

Terkini