Lampumerahnews.id
BANDA ACEH – Kerja sama lintas daerah antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diproyeksikan menghasilkan transaksi hingga Rp1,065 triliun, mencakup sektor industri, perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga ketahanan pangan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih terintegrasi.
Kesepakatan tersebut diteken saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang diterima langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (23/4).
Turut hadir mendampingi, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir serta Asisten I Setda Aceh Syakir.
Sejumlah sektor prioritas langsung disepakati untuk ditindaklanjuti, terutama pada penguatan industri dan perdagangan, peningkatan layanan penanaman modal melalui PTSP, pengembangan kualitas SDM, serta penguatan ketahanan pangan.
Mualem menilai, kerja sama antar daerah menjadi strategi penting untuk mempercepat pembangunan yang saling terhubung dan berkelanjutan, mengingat Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, kelautan, perdagangan hingga pariwisata berbasis budaya dan religi.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak hanya mempererat hubungan antara Aceh dan Jawa Tengah, tetapi juga mampu melahirkan langkah konkret yang memberi manfaat besar bagi kedua daerah serta pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Mualem.
Sementara itu, Ahmad Luthfi menilai sinergi antar daerah menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru yang lebih merata.
Dengan nilai transaksi yang ditargetkan menembus lebih dari Rp1 triliun, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut pada realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat di kedua daerah.
(Kamalruzamal)


