Lampumerahnews.id
Jakarta --- Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar secara resmi membuka kegiatan pelatihan E-Learning ASN Berintegritas yang diselenggarakan secara daring dan luring (hybrid) pada Rabu, (11/03/2026).
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pondasi utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel Menag menjelaskan bahwa sosok ASN yang memiliki integritas harus mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan lain.
"ASN berintegritas mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta secara aktif menolak dan mencegah berbagai praktek korupsi, seperti gratifikasi, penyalahgunaan wewenang dan nepotisme," ujar Menag.
Lanjut Menag, bagi Kementerian Agama, integritas bukan sekadar memenuhi prinsip administratif dalam menjalankan roda pemerintahan melainkan perwujudan nyata dari ajaran moral agama yang dianut oleh setiap pegawai. Integritas harus menjadi karakter dasar dalam setiap tindakan dan keputusan.
"Regulasi dan pengawasan ketat saja tidak akan cukup untuk memberantas korupsi jika tidak dibarengi dengan perubahan mentalitas dari dalam diri individu ASN itu sendiri," bebernya.
Melalui pelatihan ini, ASN diharapkan memiliki kompetensi untuk mendeteksi serta menghindari berbagai situasi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan dalam ruang lingkup kerja mereka. Program ini juga merupakan langkah konkret hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebagai penutup, Menag berharap inisiatif ini menjadi fase awal dari transformasi budaya kerja di Kementerian Agama.
"Dengan pendekatan berbasis digital, penanaman nilai-nilai integritas diharapkan dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan di seluruh unit kerja demi pelayanan publik yang lebih baik," pungkasnya



fsppi