-->

TERKINI

Konflik Pimpinan Daerah: Amir Hamzah Sebut Pernyataan Bupati Sebagai Penghinaan Pribadi

lampumerahnews
Senin, 30 Maret 2026, 20.32 WIB Last Updated 2026-03-30T13:32:16Z

Lampumerahnews.id



​Lebak – Viral di sosmed,Ketegangan antara dua pimpinan daerah kembali mencuat setelah Wakil Bupati Amir Hamzah memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang dialaminya dalam sebuah rapat koordinasi dan halal bihalal di Pendopo Bupati Lebak, Amir mengaku merasa terhina secara pribadi oleh pernyataan yang dilontarkan oleh Bupati dalam forum terbuka.Senin (30/03/2026)


​Dalam keterangannya, Amir Hamzah menyayangkan sikap Bupati Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya yang dinilai menyerang ranah privasi dan masa lalunya. Menurutnya, ucapan tersebut tidak memiliki korelasi dengan profesionalisme kerja sebagai pelayan publik.


​"Ketika dia menyebut, misalkan, 'si Amir mantan narapidana, uyuhan geus jadi wakil bupati ge' (beruntung sudah bisa jadi wakil bupati juga), itu kan penghinaan pribadi. Makanya saya bangkit dari duduk, mau menyampaikan ke Bupati, jangan ngomong seperti itu," ujar Amir dengan nada kecewa.


​Amir juga menegaskan bahwa hal ini bukan sekadar masalah intonasi atau perbedaan gaya bicara kedaerahan, melainkan substansi pembicaraan yang sudah melampaui batas kewajaran.


​Lebih lanjut, Amir mengungkapkan bahwa perilaku kasar atau penggunaan bahasa yang tidak layak dalam rapat kedinasan bukan kali ini saja terjadi.


​"Ini sudah kedua kalinya. Dan mungkin kalau di beberapa dinas sebenarnya sering omong-omong kasar seperti ini yang tidak layak disampaikan dalam sebuah rapat," tambahnya.


​Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memang memiliki intonasi bicara yang berbeda seperti logat Jawa, Sunda, Batak, atau Padang namun apa yang disampaikan Bupati kali ini adalah masalah substansi yang menyerang kehormatan seseorang.


​Insiden tersebut sempat membuat Amir Hamzah berdiri untuk memberikan peringatan langsung kepada Bupati agar melakukan introspeksi diri. Beruntung, situasi tidak berlanjut lebih jauh setelah Amir dilerai oleh beberapa rekan yang hadir, termasuk Saudara Nepi dan Fahri, serta didampingi oleh istrinya untuk segera meninggalkan lokasi.


​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati terkait tudingan penghinaan yang disampaikan oleh Wakil Bupati tersebut.


Komentar

Tampilkan

Terkini