Lampumerahnews.id
Aceh Tamiang-Bantuan Rp2 juta untuk 4.470 guru dan tenaga kependidikan terdampak banjir di Aceh Tamiang mulai dicairkan sejak 26 Maret 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bantuan ini disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima dan diberikan selama tiga bulan untuk membantu meringankan beban ekonomi para pendidik di tengah proses pemulihan pascabencana.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui mekanisme transfer langsung. Pemerintah juga memastikan tunjangan tetap diberikan tanpa syarat pemenuhan beban mengajar, mengingat banyak sekolah terdampak sehingga kegiatan belajar mengajar belum berjalan normal di sejumlah wilayah Aceh Tamiang.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal penyaluran bantuan tersebut.
“Kami pastikan seluruh 4.470 nama yang diusulkan menerima haknya secara utuh sesuai data yang telah diverifikasi,” ujarnya.(26/03/26)
Ia menambahkan, langkah strategis yang dilakukan meliputi percepatan verifikasi data penerima, penguatan koordinasi lintas instansi, serta pengawasan penyaluran agar bantuan tepat sasaran dan tidak mengalami kendala di lapangan.
Data pemerintah daerah menunjukkan dampak banjir terhadap sektor pendidikan di Aceh Tamiang cukup signifikan. Sebanyak 543 satuan pendidikan terdampak, dengan rincian 111 unit mengalami rusak berat, 371 rusak sedang, dan 61 lainnya rusak ringan.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat proses belajar mengajar, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi ekonomi tenaga pendidik.
Kebijakan pemberian bantuan tanpa syarat beban mengajar ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi bencana.
(Kamalruzamal)


