Lampumerahnews.id
Merauke-, Merauke secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-124. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya serangkaian perayaan, sekaligus simbol refleksi dan harapan masa depan yang lebih sejahtera. Acara berlangsung di aula dasar Kantor Bupati, pada Jumat (26/01/2024), disaksikan puluhan tamu undangan, termasuk jajaran Forkopimda dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Merauke.
Logo baru ini bukan sekadar gambar, melainkan sebuah narasi visual yang memiliki makna.
Rumah Adat Antal-Sawi Ahak, yang melambangkan gotong royong, menjadi inti dari logo tersebut.
“Ini merupakan simbol rumah bersama di mana semua orang hidup berdampingan dengan damai dan aman sesuai dengan tatanan budaya Suku Marind-Anim,” tutur panitia penyelenggara.
Sementara itu, Istana Semut Musamus, atau Wali Sasa, mewakili ketahanan yang terbangun dari kerja sama dan kreativitas.
Tulisan “Merauke 124 Tahun” dengan tegas menandai usia kota yang telah mencapai satu abad lebih. Angka 1902 dan 2026 juga tercantum, mengukuhkan sejarah berdirinya Merauke serta proyeksi pembangunan berkelanjutan. Tidak ketinggalan, Tifa (Kandara), alat musik tradisional Suku Marind-Anim, hadir sebagai simbol komunikasi sosial yang menyatukan masyarakat dalam visi dan misi pembangunan.
Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, SH, LL.M, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan.
“Kita tidak bisa bilang kau siapa dan kau siapa, tetapi sekarang ini kita adalah warga Merauke,” tegas Gebze.
Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan seluruh elemen masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun saudara se-Nusantara, akan menentukan denyut dan dinamika pembangunan kota.
Lebih lanjut, Bupati Gebze menyoroti filosofi Tifa dalam budaya Marind.
“Tifa itu sangat penting karena memang dalam semua acara pasti Tifa itu menjadi satu kesatuan yang melambangkan jati diri daripada orang Marind di atas tanah ini,” jelasnya.
Ia berharap simbol ini dapat mempererat kehidupan bersama dan semangat gotong royong, selaras dengan moto “Izakod Bekai Izakod Kai” (Satu Hati, Satu Tujuan).
Peringatan HUT ke-124 Merauke akan dirayakan dengan beragam kegiatan, termasuk Pawai Budaya. Gebze menjelaskan bahwa pawai kali ini akan membedakan diri dari pawai 17 Agustus.
“Khusus untuk peringatan Merauke 124, ini khusus kita lakukan Pawai Budaya. Jadi nanti kelompok-kelompok etnis itu yang lebih kita utamakan,” ungkapnya.
Etnis Marind, Jawa, Sulawesi, dan berbagai suku se-nusantara diundang untuk berpartisipasi, merayakan keberagaman yang menjadi kekuatan Merauke.
“Kapindebda Gawana,” sebuah kearifan lokal Marind yang bermakna kemajuan bersama melalui persatuan dan karya, menjadi spirit utama perayaan ini. Tema HUT ke-124, “Bersatu Berdaulat Menuju Merauke Sejahtera,” merangkum nilai-nilai luhur untuk mewujudkan Merauke yang bersih, mandiri, kreatif, dan sejahtera.
Di akhir acara, ketua panitia, Kleopas ndiken S.STP menyerahkan pernyataan bersama kepada Bupati Merauke.
“Mohon izin Bapak Bupati dan semua Bapak, Ibu pimpinan Forkopimda yang hadir, Ibu Bupati dan seluruh pimpinan OPD. Izinkan kami memberikan kepada Bupati Merauke pernyataan bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun Merauke yang ke-124 tahun,” ujar Ndiken,
yang kemudian meminta Bupati dan jajarannya untuk membacakan pernyataan tersebut. Bupati Gebze mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga partai politik, untuk menjaga harmoni dan menciptakan suasana sukacita dalam perayaan.
“Kita kedepankan harmoni di antara kita, ya kebersamaan. Kita akan memperingati 124 tahun ini dengan penuh sukacita, itu harapan kita,” pungkas Gebze, seraya berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, menjaga kamtibmas, dan kerukunan.
(Rizki)


