-->

TERKINI

PackindoStar Awards 2026 Apresiasi 4 Inovasi Kemasan Dorong Daur Ulang dan Keberlanjutan

lampumerahnews
Kamis, 22 Oktober 2026, 21.53 WIB Last Updated 2026-10-22T14:54:08Z

 


Lampumerahnews.id

JAKARTA – Indonesian Packaging Federation (IPF) kembali menggelar PackindoStar Awards 2026 untuk mendorong inovasi industri kemasan yang mengedepankan fungsi, efisiensi material, dan keberlanjutan lingkungan.


Pada tahun ini, empat karya inovatif berhasil meraih penghargaan, yakni Luxury and Premium Cosmetics Packaging dari PT Pura Barutama Unit Total Security System 01, Recyclable Mono PE Pack for Cocoa Beverage dari Olam Food Ingredients, Pringles Mini Packaging Transformation dari Mars Snack Inc., dan Dome Delights Set: Innovative Dual-Purpose Packaging dari PT Surya Indo Plastic.


Keempat karya tersebut menampilkan beragam pendekatan pengembangan kemasan modern, mulai dari kemasan kosmetik premium, material yang mendukung proses daur ulang, transformasi desain kemasan makanan ringan, hingga kemasan multifungsi.


PackindoStar Awards merupakan ajang penghargaan yang memberikan ruang bagi pelaku industri dan akademisi untuk menampilkan kreativitas serta teknologi kemasan. Kompetisi ini mencakup empat kategori utama, yakni Consumer Package, Transport Package, Sustainability Package, dan Student Packaging.


Penilaian tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, kekuatan struktur, efisiensi material, kemudahan penggunaan, dan aspek keberlanjutan.


Sejak pertama diselenggarakan pada 2007, PackindoStar Awards telah mencatat 116 pemenang dari kategori komersial yang berasal dari 18 perusahaan, serta 129 pemenang dari kategori mahasiswa yang berasal dari 35 universitas di Indonesia. Karya-karya terpilih juga berpeluang berkompetisi di tingkat internasional melalui AsiaStar dan WorldStar Packaging Awards.


Dalam pengembangan industri saat ini, perhatian utama tertuju pada pengurangan penggunaan plastik baru dan peningkatan kemampuan material untuk didaur ulang. Upaya tersebut membutuhkan perubahan desain, pemilihan bahan, dan penyesuaian proses produksi agar tetap memenuhi kebutuhan perlindungan produk sekaligus memperhatikan dampak lingkungan.


Salah satu narasumber menyampaikan, pengurangan plastik perlu dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem kemasan, mulai dari primer, sekunder, hingga tersier.


 “Kami merancang keseluruhan sistem kemasan, mulai dari kantong hingga pembungkus luar, untuk mengurangi penggunaan plastik. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengubah sistem kemasan di fasilitas produksi dengan tetap memperhatikan investasi dan harga produk bagi konsumen,” ungkapnya.


Menurutnya, optimalisasi sistem kemasan dapat memberikan dampak signifikan. Berdasarkan pemaparannya, upaya tersebut mampu mengurangi penggunaan plastik murni hingga 100 ton per tahun dan kertas kraft sebanyak 120 ton, sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan ruang muat dalam distribusi.


 “Pengurangan penggunaan material sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan agenda keberlanjutan perusahaan,” cetusnya.


Selain pengurangan material, pengembangan kemasan berbasis ekonomi sirkular juga menjadi perhatian. Pendekatan tersebut mendorong material agar dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.


Narasumber lain yang telah berkecimpung sekitar 20 tahun di industri plastik menyampaikan, material plastik yang telah digunakan dapat diproses kembali menjadi biji plastik untuk pembuatan kemasan baru, termasuk untuk industri makanan dan minuman dengan tetap memperhatikan standar keamanan.


> “Dari sisi teknologi, industri kemasan plastik perlu mengembangkan prinsip ekonomi sirkular. Material yang sudah digunakan dapat diproses kembali menjadi bahan baku untuk menghasilkan kemasan baru, sehingga pemanfaatan sumber daya dapat lebih optimal,” ungkapnya.


Ia menilai, penanganan sampah plastik tidak dapat dibebankan pada satu atau dua perusahaan saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan.


“Persoalan sampah plastik tidak bisa diselesaikan oleh satu, dua, atau tiga pihak saja. Diperlukan kerja sama berbagai institusi dan pelaku industri agar upaya pengurangan sampah plastik dapat berjalan bersama,” cetusnya.


“Perusahaan tidak cukup hanya berfokus pada keuntungan. Kita juga perlu menghadirkan solusi untuk membantu menangani persoalan sampah plastik, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” tambahnya.


Melalui PackindoStar Awards 2026, inovasi kemasan diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik produk, tetapi juga memperkuat perlindungan produk, efisiensi distribusi, serta pemanfaatan material secara bertanggung jawab untuk meningkatkan daya saing industri kemasan Indonesia di pasar nasional maupun internasional.


Kipray

Komentar

Tampilkan

Terkini