Lampumerahnews.id
JAKARTA - Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) memenuhi kunjungan silaturahmi dari Serikat Pekerja Pelabuhan dan Transportasi Indonesia (SPPTKI). Pertemuan yang di gelar dibilangan Jakarta Utara, menjadi konsolidasi awal sekaligus penjajakan afiliasi untuk memperkuat solidaritas buruh di sektor pelabuhan. (14/10).
Ketua Umum KASBI Sunarno mengatakan pertemuan ini merupakan ajang silaturahmi setelah lama saling mengenal dalam aliansi perjuangan buruh.
"Saya mewakili Konfederasi KASBI sebagai ketua umum, beberapa waktu lalu diundang kawan-kawan SPPTKI dalam agenda konsolidasi. Bagi saya ini silaturahmi," kata Sunarno.
Sunarno menyebut KASBI ingin memberikan penguatan kepada kawan-kawan pelabuhan yang tengah menghadapi sejumlah persoalan ketenagakerjaan, mulai dari status PKWT hingga gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
"Karena ada beberapa kasus yang dialami, soal PKWT sampai ke PHI, ada perjuangan hak normatif dan status hubungan kerja. Apa yang diperjuangkan kawan-kawan di pelabuhan memang harus mendapat support dari gerakan buruh," ujarnya.
Menurutnya, kemenangan buruh akan sulit diraih jika berjuang sendiri-sendiri. Ia mendorong serikat buruh lintas sektor, baik manufaktur, perkebunan, pertambangan, transportasi, rumah sakit, pendidikan, pelabuhan hingga bandara untuk saling bekerja sama.
"Kalau kita hanya berjuang sendiri-sendiri, kemenangan itu sulit diraih. PKWT itu sering terjadi di berbagai perusahaan dan banyak yang selesainya hanya di pesangon, kompensasi, artinya buruhnya tetap di-PHK," terang Sunarno.
"Harapan kami enggak seperti itu. Perjuangan itu teman-teman tetap bisa bekerja, ada hak-hak yang lebih baik, yang ada ancaman mutasi PKWT bisa kita advokasi dan kembali bekerja seperti biasanya," tambahnya.
Sunarno juga menyoroti status kerja buruh transportasi dan pelabuhan yang seharusnya tidak berstatus kontrak atau outsourcing. Ia menilai pekerjaan seperti sopir kontainer dan pengelola peti kemas adalah pekerjaan yang bersifat terus-menerus.
"Mestinya mereka adalah pekerja tetap. Kalau sopir kontainer ya dia nyupir terus, teman-teman di pelabuhan yang mengelola peti kemas itu pekerjaan terus-menerus bertahun-tahun, puluhan tahun. Mestinya bisa diangkat menjadi pekerja tetap," tegasnya.
Ia pun menyayangkan jika perusahaan di bawah BUMN justru melakukan pemberangusan serikat, mutasi, PHK hingga intimidasi.
"Mestinya BUMN memberikan contoh yang baik untuk menyejahterakan buruhnya, memanusiakan buruhnya dengan kebijakan yang baik, bukan malah sebaliknya. Mereka setiap hari mencurahkan tenaga dan pikiran untuk perusahaan, jadi perusahaan harus memperhatikan hak-hak mereka," ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum SPPTKI Joko Laras menyambut baik pertemuan tersebut dan menyatakan siap bergabung dengan KASBI.
"Pertemuan hari ini silaturahmi dengan KASBI, kami sangat bersyukur memiliki waktu dan kesempatan bertemu langsung dengan Bung Ketum Sunarno. Kami sudah kenal lama," kata Joko.
Joko menyebut secara administratif pihaknya akan segera mengajukan surat afiliasi resmi.
"Secara administratif, pengajuan afiliasi secepatnya mungkin besok kami kirimkan surat. Sesuai arahan Bung Ketum, kami akan bergabung di Federasi Jakarta, KASBI Jakarta, kemudian berkomunikasi kembali dengan teman-teman KASBI pusat," jelasnya.
Menurut Joko, keinginan bergabung dengan KASBI sudah lama, namun sebelumnya internal SPPTKI masih sibuk merapikan konsolidasi.
"Kami sudah lama ingin bergabung dengan KASBI, namun beberapa waktu lalu disibukkan aktivitas internal. Supaya nanti ketika bergabung kami bisa optimal," bebernya .
Ia menegaskan keputusan bergabung bukan hanya karena perkara kasus ketenagakerjaan, melainkan pandangan yang lebih luas untuk belajar dan memperkuat gerakan.
"Terkait perkara kasus , mungkin ini hanya sebagai jembatan, tapi sebetulnya bukan itu. Justru kami punya pandangan lebih luas. Kami punya history dengan beberapa organisasi lain, tapi sekarang kita buka lembaran baru dengan harapan memperkaya wawasan, pendidikan dan masih banyak hal lain dalam memperjuangkan hak-hak para buruh " ujarnya.
"Kami tahu KASBI sangat komitmen dalam arah gerak juang buruh hari ini, maka pengurus dan anggota memutuskan memilih KASBI sebagai afiliasi dari SPPTKI," pungkas Joko Laras.


