-->

TERKINI

Banjir Susulan, 1.128 Warga Aceh Tamiang Mengungsi

lampumerahnews
Selasa, 13 Oktober 2026, 08.56 WIB Last Updated 2026-10-13T01:57:00Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG – Sebanyak 277 kepala keluarga (KK) atau 1.128 jiwa tercatat mengungsi akibat banjir yang kembali melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah kabupaten meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi banjir susulan dengan menyiapkan logistik pangan, alat berat, serta mendata lokasi pengungsian warga.


Berdasarkan rekap data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang per Senin, 12 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, warga yang mengungsi terdiri atas 461 laki-laki dan 459 perempuan. Di antara mereka terdapat 30 anak-anak, lima lansia, dan 22 balita.


Dalam rekap tersebut, tidak tercantum angka korban luka-luka, hilang, maupun meninggal dunia. Data kebencanaan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.


Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Aceh Tamiang menggelar rapat siaga bencana yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Syuibun Anwar bersama jajaran kepala satuan kerja perangkat kabupaten, asisten, staf ahli, dan para camat. Rapat tersebut bertujuan mengoordinasikan penanganan darurat agar berjalan cepat dan terintegrasi.


Pada Senin (12/10), Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail bersama Plt. Sekda Syuibun Anwar dan jajaran terkait turun langsung memantau wilayah terdampak. Salah satu titik yang menjadi perhatian ialah tanggul di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara.


“Kami mengaktifkan skema tanggap darurat guna mengantisipasi segala kemungkinan terburuk di lapangan,” ujar Ismail saat meninjau tanggul Marlempang, Senin sore.


Ismail menjelaskan, fokus penanganan meliputi percepatan penyediaan logistik pangan, penyiapan prasarana alat berat, inventarisasi lokasi pengungsian warga terdampak, serta pematangan langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan.


Pada hari yang sama, Plt. Sekda Syuibun Anwar juga menggelar rapat teknis mengenai penyediaan stok penyangga kebutuhan kebencanaan bersama Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, dan Anggota DPRA Daerah Pemilihan 7, M. Zakiruddin.


Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi agar jajaran penanggulangan bencana kabupaten memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.


Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, M. Farid, mengimbau camat hingga perangkat kampung untuk tetap bersiaga dan memantau perkembangan situasi secara berkala. Menurutnya, BPBD Aceh Tamiang telah menyiagakan perlengkapan di bengkel kerja BPBD, melakukan observasi lapangan, serta mengintensifkan penyusunan laporan berkala.


Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengutamakan keselamatan jiwa. Warga yang membutuhkan evakuasi darurat diminta segera menghubungi petugas Posko Terpadu Penanganan Banjir.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini