-->

TERKINI

Pemprov DKI Dukung Gelaran Jazz Goes to Campus

lampumerahnews
Jumat, 11 September 2026, 19.26 WIB Last Updated 2026-09-11T12:26:09Z

Lampumerahnews.id

JAKARTA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Konferensi Pers The 49th Jazz Goes to Campus (JGTC) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/09/2026). Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan dukungannya dalam gelaran JGTC ke-49 sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi dalam memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya.


“JGTC tahun ini yang ke-49, tahun depan ketika ke-50 dan sekaligus Jakarta ke-500 tahun. Saya sudah sampaikan ke Mas Candra, bisa enggak main di 5 kota yang ada di Jakarta?” ujar Gubernur Pramono.


Menurutnya, konsistensi JGTC selama hampir lima dekade menunjukkan kuatnya ekosistem musik sekaligus ruang kreativitas anak muda. Festival yang diselenggarakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut juga dinilai mampu menjangkau penikmat musik lintas generasi.


“JGTC ini betul-betul sudah menjadi bagian dari perjalanan kota ini, perjalanan sebenarnya bangsa ini. Karena sebenarnya juga ditiru di berbagai kampus yang lain,” katanya.


Gubernur Pramono menilai Jakarta memiliki beragam kekuatan pada sektor seni, budaya, musik, film, dan olahraga yang dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik kota. Kehadiran festival musik yang tumbuh dari komunitas dan generasi muda menjadi bagian dari ekosistem tersebut.


“Pemprov DKI menyambut baik serta mengapresiasi penyelenggaraan JGTC ke-49 ini sebagai salah satu festival jazz tertua yang konsisten meramaikan ekosistem musik nasional,” ucapnya.


Pemprov DKI juga menyambut gagasan menghidupkan kembali Salemba sebagai salah satu lokasi bersejarah dalam perjalanan JGTC.


“Kita semua bernostalgia dengan Salemba. Kalau bisa main di Salemba, saya akan memberikan support sepenuhnya,” ungkap Gubernur Pramono.


Founder JGTC, Candra Darusman, menjelaskan JGTC sejak awal membawa misi “membumikan jazz” dengan menghadirkan musik yang ketika itu relatif eksklusif ke lingkungan kampus. Karakter jazz yang memberikan ruang pada improvisasi dan kebebasan berekspresi dinilai selaras dengan semangat generasi muda.


Candra juga menyampaikan rencana pengembangan City Series melalui konsep Reviving Jakarta as the Capital of Jazz yang akan membawa semangat JGTC ke berbagai wilayah Jakarta.


Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Forum Jazz Indonesia, Ciko Hindarto, menilai perjalanan panjang JGTC menjadi bagian dari investasi pengembangan musik jazz di Indonesia. Menurutnya, penguatan komunitas dan pencarian talenta baru perlu terus dilakukan agar regenerasi berlangsung secara berkelanjutan.


“Jazz bukan musik orang tua, jazz adalah musik anak muda dan selalu muda,” ujar Ciko.


Ketua JGTC, Andra Ahmad Daradjatun, menambahkan, tema “Resonating Jazz Through Every Soul” membawa pesan bahwa jazz tidak hanya dipahami sebagai genre musik, tetapi juga memiliki nilai kolaborasi dan kebebasan berekspresi yang dapat diterapkan dalam kehidupan.


Ia berharap JGTC terus menjadi ruang bagi talenta muda untuk berkembang sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap musik jazz.

Komentar

Tampilkan

Terkini