Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Pendampingan Babinsa di Aceh Tamiang tidak hanya terlihat di lahan pertanian, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat pesisir. Mulai dari membantu petani merawat tanaman, memastikan kelancaran irigasi, hingga berdialog dengan perajin perahu tradisional, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kedekatan TNI dengan masyarakat.
Di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Babinsa Koramil 06/Manyak Payed, Serda Aprian, mendampingi petani merawat tanaman sawi, Jumat (7/8/2026). Pendampingan dilakukan dengan membantu pembersihan gulma, penyemprotan hama, serta memastikan tanaman memperoleh perawatan yang optimal agar produktivitas dan hasil panen meningkat.
Selain membantu pekerjaan di lahan, Serda Aprian juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Menurutnya, produktivitas pertanian menjadi salah satu penopang ketahanan pangan sekaligus sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masih di sektor pertanian, Babinsa Koramil 03/Seruway, Sertu Irawan, bersama para petani melakukan pengecekan pintu air irigasi di Desa Sungai Kuruk Satu. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pasokan air ke areal persawahan tetap lancar sehingga kebutuhan tanaman selama musim tanam dapat terpenuhi.
Selain memeriksa kondisi pintu air, Babinsa dan petani juga berdiskusi mengenai pemeliharaan saluran irigasi serta langkah perbaikan apabila ditemukan kerusakan. Para petani mengaku kehadiran Babinsa sangat membantu dalam mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan sistem irigasi.
Di wilayah pesisir Kecamatan Seruway, Babinsa Koramil 03/Seruway, Serka Hermanto, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan perajin perahu tradisional di Desa Kuala Pusung Kapal. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga menyerap aspirasi masyarakat serta memahami tantangan yang dihadapi para perajin dalam mempertahankan usaha yang menjadi bagian dari mata pencaharian warga pesisir.
Melalui komunikasi yang terjalin, Babinsa dapat mengetahui kondisi sosial masyarakat secara langsung sekaligus memperkuat kerja sama dengan warga binaan. Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan mampu menciptakan rasa aman, mempererat kebersamaan, dan menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peran Babinsa tidak hanya berfokus pada aspek keamanan wilayah. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, menjaga infrastruktur pertanian, memperkuat potensi ekonomi masyarakat, serta merawat kearifan lokal di wilayah binaan. Sinergi yang terus dibangun bersama masyarakat diharapkan mampu mendorong kesejahteraan warga sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tamiang.
(Kamalruzamal)


