-->

TERKINI

Panen Raya Pascabencana, Aceh Tamiang Targetkan Produksi Sekitar 1.201 Ton Gabah

lampumerahnews
Sabtu, 18 Juli 2026, 14.29 WIB Last Updated 2026-07-18T07:29:59Z

Lampumerahnews.id

Aceh Tamiang-Setelah berbulan-bulan sawah terendam banjir dan menjalani proses rehabilitasi, petani di Aceh Tamiang akhirnya kembali memanen padi. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menargetkan produksi sekitar 1.201 ton gabah dari kawasan pertanian yang kembali produktif sebagai penanda mulai pulihnya sektor pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan dan kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.


Momentum tersebut ditandai melalui Panen Raya TNI yang dipusatkan di areal persawahan Kelompok Tani Sama-Sama, Kampung Seuneubok Dalam Upah, Kecamatan Bendahara, Jumat (17/7/2026), yang dipimpin Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH.


Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama TNI dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.


Bupati Armia Pahmi mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Aceh Tamiang. Karena itu, percepatan pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas pemerintah setelah banjir melanda wilayah tersebut.


"Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, TNI, dan para petani, kita optimistis wilayah yang terdampak bencana ini bisa kembali produktif dan menyokong ketersediaan pangan nasional," ujar Armia.


Kawasan panen raya memiliki Luas Baku Sawah (LBS) 231,41 hektare dengan Luas Tambah Tanam (LTT) sekitar 157 hektare. Pemerintah bersama Kodim 0117/Aceh Tamiang menargetkan produktivitas rata-rata mencapai 5,2 ton gabah per hektare, sehingga kawasan tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 1.201 ton gabah.


Pemulihan tersebut melibatkan tujuh kelompok tani di Kampung Seuneubok Dalam Upah, yakni Kelompok Tani Empang Breuh, Barona, Barona Muda, Dan Dang Na, Meusapat Rakan, Amanah Endatu, dan Sama-Sama yang bersama-sama mengembalikan produktivitas lahan pertanian setelah terdampak banjir.


Keberhasilan panen ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan daerah, tetapi juga menjadi penanda mulai pulihnya pendapatan petani yang beberapa bulan sebelumnya terdampak bencana banjir.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Armia bersama Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang Yudhi Syufriadi, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang M. Nur, serta Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Rubby Nanda turut mengikuti video conference bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang membahas perkembangan program ketahanan pangan di berbagai daerah.


Panen raya ini menjadi kelanjutan dari rangkaian program pemulihan pertanian yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, mulai dari rehabilitasi 2.673 hektare lahan sawah terdampak banjir melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) Bencana, penerapan teknologi pertanian modern PM-AAS, hingga peningkatan produktivitas lahan sebagai bagian dari percepatan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat.


Panen raya tersebut menandai fase baru kebangkitan Aceh Tamiang pascabencana. Setelah pembangunan hunian tetap bagi penyintas, rehabilitasi ribuan hektare lahan sawah, dan penerapan teknologi pertanian modern, hasil panen mulai menjadi bukti bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga mengembalikan produktivitas lahan, menghidupkan kembali mata pencaharian petani, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara bertahap.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini