Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meminta 39 Datok Penghulu yang baru dilantik untuk tidak terburu-buru merombak struktur perangkat pemerintahan kampung. Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir berjalan tuntas, mulai dari perbaikan rumah warga hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 39 Datok Penghulu terpilih dari berbagai kecamatan di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (7/7/2026).
Dalam sambutannya, Armia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kampung sangat ditentukan oleh kepemimpinan seorang Datok Penghulu. Menurutnya, kepala kampung harus mampu menggali potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia sekaligus menyinergikan program pemerintah kampung dengan program pemerintah daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Berhasil atau tidaknya kampung yang dipimpin sangat ditentukan oleh Datok Penghulunya," ujar Armia.
Ia menjelaskan, ukuran keberhasilan tersebut dapat dilihat dari kemajuan pembangunan sarana, prasarana, dan infrastruktur, tersedianya aparatur kampung yang berkualitas, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bupati mengingatkan para Datok Penghulu agar menjaga amanah yang telah diberikan masyarakat dan menghindari setiap tindakan yang dapat merugikan warga maupun bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Secara khusus, Armia meminta para Datok Penghulu tidak melakukan perombakan perangkat pemerintahan kampung sebelum seluruh program penanganan dampak banjir selesai dilaksanakan.
"Saya berpesan jangan dulu melakukan perombakan struktur perangkat Pemerintahan Kampung, karena kita masih menuntaskan program bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Begitu juga dengan bantuan pemberdayaan ekonomi, bantuan alat rumah tangga, dan bantuan jaminan hidup. Tuntaskan terlebih dahulu persoalan penanganan banjir agar ekonomi warga kembali pulih dan rumah warga yang rusak segera diperbaiki dan dibangun kembali," tegasnya.
Arahan tersebut diberikan mengingat Aceh Tamiang masih berada dalam tahap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir. Pemerintah daerah masih menyalurkan berbagai program bantuan kepada masyarakat terdampak, mulai dari perbaikan rumah, pemulihan ekonomi, bantuan peralatan rumah tangga, hingga jaminan hidup bagi warga yang terdampak bencana.
Dalam proses tersebut, para Datok Penghulu memegang peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah di tingkat kampung. Mereka diharapkan mampu memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, mengawal pembangunan kembali rumah warga, menjaga stabilitas pemerintahan kampung, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Pelantikan 39 Datok Penghulu tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang, para kepala SKPK, camat, serta tokoh masyarakat.
Dengan dilantiknya para Datok Penghulu tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap pemerintahan kampung tetap berjalan stabil sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir dapat berlangsung lebih cepat. Stabilitas di tingkat kampung dinilai menjadi kunci agar berbagai program bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat secara tepat waktu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
(Kamalruzamal)


