-->

TERKINI

Alternatif Usaha Nelayan: UI Kenalkan Budidaya Nila Air Payau di Kepulauan Seribu

lampumerahnews
Senin, 27 Juli 2026, 16.15 WIB Last Updated 2026-07-27T09:16:11Z

Lampumerahnews.id

KEPULAUAN SERIBU – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia (UI) menggelar pelatihan budidaya ikan nila air payau bagi warga Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, pada Sabtu–Minggu (25–26/7/2026).


Kegiatan ini bertujuan menghadirkan alternatif usaha perikanan yang adaptif terhadap kondisi pesisir dan dampak perubahan lingkungan.


Pelatihan diikuti warga Pulau Pramuka, Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Lestari, pengurus RT, serta peneliti dan mahasiswa UI. Peserta diperkenalkan teknik budidaya ikan nila salin menggunakan media galon sebagai solusi untuk wilayah dengan lahan terbatas.


Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UI, Dr. Filia, mengatakan budidaya nila air payau bisa menjadi sumber penghasilan alternatif ketika nelayan terkendala cuaca.


“Saat ini nelayan menghadapi tantangan semakin besar akibat perubahan lingkungan. Budidaya ikan nila air payau bisa jadi alternatif usaha berkelanjutan,” ujar Filia, Senin (27/07/2026).


Ia menjelaskan pelatihan mencakup pengaturan salinitas, kepadatan tebar, manajemen pakan, hingga pemantauan kualitas air agar hasil budidaya optimal.


“Ikan nila yang dibudidayakan di air payau memiliki pertumbuhan relatif cepat. Masa panen sekitar 3–4 bulan dan cita rasanya lebih gurih dibanding nila air tawar,” jelas Filia.


Ke depan, tim UI akan terus mengembangkan model budidaya berbasis media galon yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir Pulau Pramuka.


Kegiatan ini juga melibatkan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bidang perikanan dan kelautan, Dedy Yaniharto , bersama mahasiswa dan alumni UI dalam memberikan pendampingan kepada peserta.


Ketua RT 03/05 Pulau Pramuka, Nurlela, menyambut baik pelatihan tersebut. 


“Kami mengapresiasi Universitas Indonesia yang telah memberikan pelatihan kepada warga. Harapannya ilmu ini bisa diterapkan sehingga masyarakat punya alternatif usaha, terutama saat musim angin ketika nelayan tidak bisa melaut,” tandasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini