-->

TERKINI

Dialog Sosial hingga AI: ILC 2026 Hari ke-9 Bahas Fondasi Ketenagakerjaan Global Masa Depan

lampumerahnews
Selasa, 09 Juni 2026, 21.40 WIB Last Updated 2026-06-09T14:41:01Z

Lampumerahnews.id

JENEWA, SWISS – Memasuki hari ke-9 International Labour Conference ILC Session 114, Selasa 9/6/2026, ritme pembahasan ketenagakerjaan global makin intensif. Para delegasi dari 187 negara anggota ILO sibuk mengikuti sidang paralel di markas PBB dan ILO Jenewa untuk merumuskan arah masa depan dunia kerja.


Empat komite utama jadi sorotan hari ini. Pembahasannya tajam dan menyentuh isu paling krusial: kesetaraan gender, dialog sosial, pekerja platform digital, hingga kepatuhan standar internasional.


4 Komite Kunci Bahas Agenda Strategis


1. Committee on Gender Equality CDG di CICG membahas "Transformative Agenda for Gender Equality at Work". Fokusnya: langkah konkret hapus diskriminasi dan tingkatkan perlindungan pekerja perempuan agar kesetaraan gender di tempat kerja benar-benar terwujud.


2. Committee on Recurrent Discussion CD-R di Palais des Nations menguatkan dialog sosial dan tripartisme. Komite ini menegaskan peran seimbang pemerintah, pengusaha, dan pekerja sebagai fondasi hubungan industrial harmonis dan kebijakan yang berkeadilan.


3. Committee on Decent Work in the Platform Economy CNP di CICG lanjut merumuskan standar internasional bagi pekerja ekonomi digital. Isu inti: perlindungan sosial, kepastian status hubungan kerja, upah adil, serta keselamatan dan kesehatan kerja K3 bagi ojol, kurir, freelancer, dan pekerja platform lain.


4. Committee on the Application of Standards CAN di gedung ILO menelaah laporan penerapan konvensi dan rekomendasi ILO oleh negara anggota. Komite ini jadi "pengawal" agar standar ketenagakerjaan internasional yang disepakati benar-benar dijalankan.


Delegasi Indonesia Aktif, Suara Banten Soroti Pendidikan


Delegasi tripartit Indonesia dari unsur pemerintah, pengusaha, pekerja hadir aktif di seluruh komite. Salah satu suara yang mengemuka datang dari H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn delegasi pekerja asal Banten.


Selain menjabat Sekjen DPD KSPSI Banten dan Ketua DPD FSP LEM SPSI Banten, Dewa juga dosen Unpam Serang dan mahasiswa S3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia menilai, di tengah gencarnya bahas digitalisasi dan AI, agenda pendidikan dan peningkatan kapasitas pekerja beserta keluarga harus jadi prioritas global.


“Perubahan dunia kerja karena digitalisasi dan transformasi industri menuntut pekerja terus naikkan kompetensi. Pekerja butuh perlindungan normatif dan kesejahteraan, tapi juga akses luas ke pendidikan dan pelatihan," ujar Dewa.


Ia menekankan keluarga pekerja, terutama anak-anak pekerja, juga harus dapat pendidikan berkualitas. “Investasi pada pendidikan dan SDM adalah kunci cetak tenaga kerja produktif, berdaya saing, siap hadapi ekonomi global,” tegasnya.


Dorong Kolaborasi Tripartit dengan Kampus Dunia


Dewa dorong ILO dan negara anggota memperkuat kerja sama antara serikat pekerja, pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi lintas negara. 


“Kolaborasi internasional dengan universitas bisa buka akses lebih luas bagi pekerja dan keluarganya untuk pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, riset terapan, dan upskilling sesuai kebutuhan masa depan,” katanya.


Menurutnya, pendidikan tidak boleh berhenti saat orang masuk dunia kerja. Justru lewat pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi global, pekerja bisa adaptif terhadap teknologi dan perubahan pasar kerja yang cepat.


“Harapan saya, hasil ILC 2026 bukan hanya lahirkan standar, tapi juga program kemitraan internasional yang libatkan serikat, pemerintah, perusahaan, kampus. Tujuannya: perluas akses pendidikan dan pelatihan bagi pekerja dan keluarganya. Dengan begitu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan jalan seiring perkembangan dunia kerja global,” pungkas Dewa Sukma Kelana.


Semangat dialog, kerja sama, dan solidaritas internasional terus mewarnai ILC 2026. Forum ketenagakerjaan tertinggi dunia ini tetap jadi ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja merumuskan masa depan kerja yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.

Komentar

Tampilkan

Terkini