Lampumerahnews.id
JAKARTA – Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot publik. Pimpinan BGN dinilai kurang kompeten, sarat kepentingan, dan gagal menyelesaikan masalah gizi anak bangsa.
Kepala BGN Dadang Hindayana dan Wakil Kepala Sonny Sanjaya serta Nanik S. Deyang mendapat banyak kritik. Isu yang disorot meliputi kasus keracunan makanan, lemahnya standar higienitas di Satuan Pelayanan Pengumpul Gizi (SPPG), hingga dugaan korupsi ratusan miliar. Gaya komunikasi pimpinan yang defensif juga dinilai memperburuk citra lembaga.
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi jajaran pimpinan BGN. Ia menilai program MBG tidak boleh dikorbankan karena kepemimpinan yang lemah.
"Program sebesar MBG butuh pimpinan profesional berlatar gizi publik, kesehatan masyarakat, dan manajemen logistik nasional. Pergantian pimpinan mendesak dilakukan," tegas Wilson, Kamis (28/05/2026).
Wilson menambahkan, kasus keracunan yang menelan ribuan korban siswa, serta pengadaan barang yang dinilai tidak relevan, seharusnya cukup menjadi alasan Presiden mengambil sikap tegas.
Publik berharap BGN dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis ilmu. Kepemimpinan lembaga negara harus mencerminkan nilai Pancasila: kemanusiaan yang adil dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.


