-->

TERKINI

Proses Pengurus NU harus melalui Pengkaderan

lampumerahnews
Sabtu, 04 April 2026, 17.53 WIB Last Updated 2026-04-04T11:15:42Z

 

Lampumerahnews.id 


Jakarta - Perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU), yang tahun 2026 ini telah memasuki usia satu abad dalam kalender Masehi, telah menjadi perkumpulan dengan jumlah massa terbesar di dunia dan telah banyak memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara. 


Tentu pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras fungsionaris NU yang berkiprah tanpa kenal lelah dalam menggerakan roda perkumpulan di setiap tingkatannya.


Pada kesempatan kali ini, kami bertemu dan melakukan wawancara dengan salah satu fungsionaris NU yang telah sukses memimpin menjalankan roda perkumpulan NU dari akar rumput yang layak untuk dijadikan role model pemimpin NU, yaitu K.H. Agus Muslim yang kini menjadi Ketua PCNU Jakarta Utara untuk kali kedua di Pondok Pesantren Annisfasa Kelapa Gading Jakarta Utara Sabtu 4 April 2026.


Berikut kutipan wawancaranya.


Kiai pernah mondok di mana?


Saya pernah mondok di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum dan Pondok Pesantren Al Muhajirin, Gunung Tangkil, Bogor, Jawa Barat.


Bagaimana awal kiprah Kiai aktif di NU sejak kapan ?


Saya mengenal NU 29 tahun yang lalu.Awal jabatan saya di NU dari banom GP Ansor sebagai Wakil Sekrertaris GP Ansor Jakarta Utara. Dan sampai saat ini, saya tidak pernah keluar dari struktur Nahdlatul Ulama.


Bentuk kaderisasi apa yang pernah Kiai ikuti ?.


Saya menjadi salah satu peserta pertama kaderisasi yang digagas PBNU pertama kali pada Tahun 2012 dengan nama PKPNU, singkatan dari Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama yang dibesut oleh Waketum PBNU ketika itu, yaitu K.H. As’ad Said Ali. Selain itu, saya mengikuti Kaderisasi MKNU,PDPKP NU Bahkan PMK NU.


Apa manfaat dari kaderisasi yang Kiai ikuti ini ?


Hasil dari kaderisasi ini tentu adalah melaksanakan perintah kader, memimpin dan menggerakan NU sesuai jabatan saya. Selain itu, saya diberi kepercayaan oleh PBNU untuk menjadi salah satu Instruktur di dua model kaderisasi, baik itu MKNU ataupun PDPKPNU.


Jabatan apa saja yang pernah diemban Kiai di NU ?.


Saya pernah memimpin NU di tingkat Kecamatan atau MWC NU Kelapa Gading, Jakarta Utara; pernah menjabat sebagai Sekretaris PCNU Jakarta Utara, Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta,dan saat ini Memimpin PCNU Jakarta Utara untuk periode kedua.


Apa contoh kinerja Kiai di NU yang bisa menjadi role model dan legacy bagi Nahdliyyin di Jakarta Utara?


Ketika pada tahun 2020 saya dilantik menjadi ketua PCNU Jakarta Utara, saya langsung langsung tancap gas dengan membangun kekuatan perkumpulan di semua tingkatan dengan menghidupkan dan memberdayakan 6 MWCNU, 31 Ranting se Jakarta Utara bahkan sampai ke 120 Anak Ranting. se-Jakarta Utara. 


Tidak cukup sampai di situ, pada tahun 2021, saya memeperkuat perkumpulan bersama Rais Syuriyah PCNU Kota Jakarta Utara KH.Nasihin Zain dan Seluruh pengurus yang cukup solid dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor PCNU Jakarta Utara tahap kedua. Kerja keras ini membuahkan hasil dengan diresmikannya kantor PCNU Jakarta Utrara pada Oktober 2022 yang menjadi ikon kantor PCNU pertama yang ada di DKI Jakarta ketika itu.


Apa saran Kiai untuk para fungsionaris NU kedepan nya ?


Untuk menjadi pemimpin NU tidak cukup hanya bermodal lulusan pondok pesantren NU atau hanya mengandalkan nasab ke-NU-annya.  


Harus mempunyai jam terbang membangun dan menggerakan perkumpulan NU dari akar rumput yang tidak bisa hanya satu periode di satu jabatan. 


Tetapi harus melewati waktu yang panjang secara berjenjang dan mengikuti semua bentuk kaderisasi, itu baru namanya fungsionaris NU sejati yang mumpuni dan layak menjadi pemimpin NU,"pungkasnya

Komentar

Tampilkan

Terkini