Lampumerahnews.id
Merauke - Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, Baharudin Lahati, S.Pd, M.Pd, memantik semangat para siswa SMA Yapis 1 Merauke, Senin (12/1/2025). Ia menegaskan, masa depan gemilang tak ditentukan label "sekolah unggulan", melainkan tekad dan integritas pribadi yang kuat.
Di hadapan para siswa, Baharudin membakar semangat dengan menyebut angkatan saat ini sebagai "perintis". Ia menekankan agar siswa tidak berkecil hati meski menimba ilmu di sekolah yang sedang berkembang. Justru, peran sebagai pembuka jalan memiliki nilai pengabdian tinggi.
"Kalian semua adalah orang-orang yang mengawali kegiatan di sekolah ini, kalian bisa jadi perintis. Kalau jadi perintis itu, amalnya bukan amal biasa. Amalnya adalah amal jariyah," ujarnya di hadapan siswa-siswi SMA Yapis 1.
Pria yang akrab disapa Baharudin itu juga menepis anggapan bahwa kualitas sekolah baru pasti kalah dibanding sekolah negeri yang sudah lama berdiri. Hal ini, ungkapnya, dibuktikan dengan ketersediaan fasilitas modern seperti papan tulis interaktif (Smart Board) di SMA Yapis 1, yang setara dengan sekolah-sekolah maju lainnya.
"Secara fasilitas, kalian diperlakukan sama dengan sekolah yang lain. Jika proses belajar bagus, jangan ragu sampaikan ke masyarakat bahwa SMA Yapis punya ruang dan guru yang mumpuni," tambahnya.
Momen inspiratif dalam kunjungan tersebut terjadi saat Baharudin mengisahkan perjalanan seorang pilot Batik Air asli Papua Selatan. Sang pilot, yang berasal dari kampung di pedalaman Bupul dan Erambu, tidak bersekolah di SMA negeri favorit, namun berhasil menerbangkan pesawat Boeing hingga ke luar negeri berkat kerja kerasnya.
"Masa depan seorang anak manusia tidak ditentukan di mana dia bersekolah. Dia mau sekolah di kota, di kampung, atau sekolah biasa saja, itu sama sekali tidak menentukan," tegas Baharudin.
Ia menutup sesi motivasi dengan pesan kuat bahwa keberhasilan seseorang murni ditentukan oleh tekad, kerja keras, kemauan, dan komitmen dari diri masing-masing, bukan sekadar nama besar sekolah tempatnya belajar. (Rizki)


