-->

TERKINI

Mualem di Konferensi Manila: Perdamaian Aceh Jadi Rujukan Kawasan

lampumerahnews
Kamis, 20 November 2025, 11.46 WIB Last Updated 2025-11-20T04:46:48Z



Lampumerahnews.id

Banda Aceh – Suasana Meuligoe Gubernur Aceh terlihat lebih sibuk dari biasanya pada Rabu (19/11/2025) siang. Dari ruang kerjanya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) tersambung ke Manila, Filipina, menjadi salah satu pembicara dalam _International Conference on After the Peace Agreements_ : Bangsamoro and Beyond yang digelar Institute for Autonomy and Governance (IAG).


Dalam forum internasional yang membahas masa depan perdamaian kawasan itu, Mualem diminta memaparkan pengalaman Aceh menjaga stabilitas pascakonflik. Tema yang dibawanya— _“From Rebel Chief to Chief_ _Executives_ ”—menyoroti perjalanan panjang dirinya, dari komandan gerakan bersenjata hingga duduk sebagai kepala pemerintahan.


Di hadapan para akademisi dan praktisi politik Asia Tenggara, Mualem menegaskan bahwa fondasi perdamaian Aceh tetap berpegang pada Perjanjian Helsinki 2005. Ia menyebut keberadaan partai politik lokal sebagai ruang baru bagi para mantan kombatan untuk menyampaikan aspirasi tanpa senjata.

“Kami sepakat perdamaian. Aspirasi kami kini disalurkan lewat partai politik lokal,” ujarnya dari Banda Aceh.


Mualem juga menyinggung prioritas pemerintahannya: membuka akses ekonomi bagi mantan kombatan dan memaksimalkan jalannya otonomi khusus sebagai amanat perjanjian. Namun, ia tidak menutupi bahwa proses transisi dari konflik menuju birokrasi masih penuh tantangan.

“Kami yang dulu berada di peperangan kini harus menyesuaikan dengan sistem administrasi,” kata Mualem.


Pada bagian lain pemaparannya, Mualem turut mengangkat soal kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan itu, menurutnya, tumbuh dari kepercayaan dan kolaborasi panjang antara Partai Gerindra dan Partai Aceh. Ia mengingatkan bahwa dukungannya kepada Prabowo sudah berlangsung tiga kali pemilihan presiden sebelum akhirnya menang di kontestasi terakhir.

“Ini kesetiaan dan kepercayaan antara saya dan Presiden Pak Prabowo. Sekarang saya seorang gubernur, perpanjangan tangan Presiden di daerah,” ungkapnya.


Ia menyebut komunikasi dengan Presiden dilakukan secara intens, terutama terkait percepatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur di Aceh. Ia berharap perhatian pusat dapat menutup ketertinggalan Aceh dibanding provinsi lain.

“Saya minta tolong ke beliau untuk membangun Aceh agar tidak tertinggal dibanding daerah lain,” tutur Mualem.


Dari Meuligoe ke Manila, pesan yang dibawa Mualem mengalir sama: bahwa perdamaian Aceh bukan hanya catatan sejarah, tapi pengalaman yang ingin ia dorong menjadi referensi bagi kawasan lain yang sedang mencari jalur keluar dari konflik.



(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini