-->

KOWANI Tegaskan Komitmen Jaga Martabat Perempuan

lampumerahnews
Minggu, 08 November 2026, 20.16 WIB Last Updated 2026-11-08T13:16:35Z

Lampumerahnews.id

JAKARTA– Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan komitmennya untuk menjaga martabat perempuan, menjunjung tinggi kejujuran informasi, serta memastikan tata kelola organisasi berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.


Mengacu pada mandat Kongres XXVI Tahun 2024, KOWANI menilai setiap perbedaan pandangan maupun persoalan internal organisasi harus diselesaikan melalui mekanisme yang jelas, pemeriksaan dokumen secara adil, serta tetap menghormati seluruh pihak.


Sikap tersebut disampaikan menyusul munculnya opini berjudul “Ketika Perempuan Indonesia Dijaga Tentara Vietnam” yang turut menyinggung nama Nannie Hadi Tjahjanto, S.H.


Nannie membantah penggambaran dirinya dalam tulisan tersebut sebagai sosok yang menghendaki kerugian bagi Indonesia demi mempertahankan jabatan. Ia menilai narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi merusak reputasi serta nama baiknya.


“Saya menilai tulisan ini menambah sederet dugaan pelanggaran yang saya persoalkan, termasuk dugaan penyebaran fitnah dan berita bohong. Saya terbuka terhadap kritik dan meminta setiap tuduhan diuji dengan bukti, konteks utuh, dan kesempatan memberikan penjelasan,” tegas Nannie.


Ia juga meminta agar tuduhan mengenai intimidasi, ancaman terhadap karier diplomat, hingga tekanan kepada panitia tidak disampaikan secara sepihak tanpa disertai keterangan yang jelas.


Menurut Nannie, setiap tuduhan harus menjelaskan secara spesifik siapa pihak yang terlibat, tindakan atau perkataan yang dipersoalkan, waktu kejadian, serta bukti pendukungnya.


Ia menekankan bahwa penyebutan nama dalam sebuah kelompok atau rombongan tidak serta-merta membuktikan keterlibatan seseorang dalam tindakan maupun pemberian perintah tertentu.


Selain itu, Nannie meminta agar informasi mengenai pengamanan acara dikonfirmasi kepada penyelenggara maupun pihak berwenang. Keberadaan petugas keamanan, apabila memang terkonfirmasi, tidak otomatis dapat diartikan sebagai bentuk ancaman yang berasal dari dirinya.


Dalam kesempatan tersebut, Nannie juga menegaskan penghormatannya kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), para diplomat, tuan rumah Vietnam, serta mitra ACWO.


Persoalan Internal KOWANI Diminta Diselesaikan Berdasarkan Dokumen


Di luar polemik pemberitaan, Nannie turut menyoroti sejumlah persoalan administrasi dan tata kelola organisasi yang menurutnya perlu diperiksa secara terbuka.


Salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah surat Putri Narpowandawa Karaton Surakarta Hadiningrat tertanggal 11 September 2025. Dokumen tersebut memuat evaluasi pelaksanaan tugas Sekretaris Jenderal sekaligus rekomendasi pembenahan organisasi.


Selain itu, terdapat naskah sanggahan tertanggal 7 November 2026 atas Surat Nomor 259/Kowani/X/2026. Isinya mencakup sejumlah keberatan terkait mandat organisasi, kewenangan forum, keabsahan peserta, kuorum, hingga mekanisme pergantian kepengurusan.


Persoalan tersebut, menurut Nannie, perlu dijawab melalui dokumen yang dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan.


Terkait data pada Administrasi Hukum Umum (AHU), ia juga meminta adanya pencocokan antara profil organisasi yang memuat perubahan pada 2025 dengan salinan keputusan tertanggal 29 Oktober 2026.


Dewan Pimpinan meminta penegasan tertulis dari Kementerian Hukum mengenai keputusan yang berlaku, dokumen lampiran, riwayat perubahan, serta pihak yang memiliki kewenangan mewakili KOWANI.


Dengan demikian, menurutnya, beredarnya surat pemberitahuan tidak serta-merta menghilangkan substansi keberatan yang masih dipersoalkan.


Nannie pun meminta penulis maupun pihak yang menyebarluaskan opini tersebut untuk memeriksa kembali sumber informasi dan menyajikan tanggapan secara berimbang.


Apabila ditemukan informasi yang keliru, ia meminta agar koreksi disampaikan secara terbuka melalui saluran yang sama, disertai permintaan maaf dan upaya pemulihan nama baik.


KOWANI Siapkan Program Menuju Satu Abad pada 2028


Di tengah persoalan yang berkembang, KOWANI menegaskan bahwa fokus organisasi tetap diarahkan pada penguatan kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan menjelang peringatan 100 tahun KOWANI pada 2028.


Sejumlah program strategis disiapkan, di antaranya 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi. Program tersebut ditujukan untuk menjawab berbagai persoalan nyata sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Sebagai organisasi perempuan, KOWANI juga mendorong gerakan terpadu bersama organisasi anggota dan jaringan di daerah hingga tingkat akar rumput.


Langkah tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan, memperluas akses pelayanan, serta mempercepat pelaksanaan Asta Cita, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dan pemenuhan komitmen Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW).


KOWANI turut menempatkan ketahanan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan dan peradaban bangsa.


Komitmen lainnya mencakup dukungan terhadap program KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World serta TEMPE Goes to UNESCO sebagai bagian dari upaya pelestarian memori perjuangan dan warisan budaya Indonesia.


Menutup pernyataannya, Nannie menegaskan tidak akan berhenti menjalankan pengabdian meskipun menghadapi berbagai tuduhan yang menurutnya tidak berdasar.


“Menghadapi sederet tuduhan yang saya yakini sebagai fitnah, saya tetap berikhtiar dengan bukti, kesabaran, dan doa. Saya percaya, ada masanya Allah SWT menunjukkan kebenaran. Mari menjaga adab, menghormati martabat sesama, dan melanjutkan pengabdian dengan jujur serta bertanggung jawab,” tutup Nannie.

Komentar

Tampilkan

Terkini