-->

TERKINI

Bapas Merauke Latih Klien Bikin Backdrop Interior Bareng Arsitek

lampumerahnews
Senin, 02 November 2026, 22.22 WIB Last Updated 2026-11-02T15:22:26Z

 


Lampumerahnews.id

Merauke – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Merauke membekali para klien pemasyarakatan dengan keahlian pertukangan modern lewat pelatihan perakitan dekorasi interior di Aula Anim Ibinggahanab Sai, Bapas Kelas II Merauke, Senin, (2/11/2026). Pembukaan program vokasi ini melibatkan arsitek profesional asal Papua Selatan, Ar. Ramdan, S.T., HDII, IAI, dari biro Semoet Design Architecture.


Upaya pembekalan keterampilan pertukangan modern ini sengaja diprioritaskan oleh pihak balai untuk menekan potensi pengulangan tindak pidana di wilayah Merauke lewat jalur penguatan ekonomi mandiri yang berkelanjutan. Tujuannya jelas. Klien yang sedang menjalani pembebasan bersyarat maupun pengawasan luar lembaga diharapkan mampu mencari nafkah mandiri begitu kembali ke tengah warga.


Ketua Panitia yang juga menjabat Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas II Merauke, Renddy F. Taegernan menegaskan bahwa penguasaan keahlian praktis menjadi modal penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kedisiplinan kerja para klien.


Sinergi pembinaan ini mendapat dukungan dari sejumlah aparat penegak hukum dan instansi daerah. Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Merauke, perwakilan Lapas Kelas IIB Merauke, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, serta pengelola Warung Kopi New Rahmat selaku mitra pemberdayaan.


Pelatihan dijadwalkan berlangsung intensif selama satu pekan penuh. Pendekatan yang dipakai mengutamakan pengerjaan proyek langsung, bukan sekadar pemaparan materi di dalam kelas.


Peralatan kerja disiapkan lengkap. Peserta dilatih mengolah lembaran multipleks dan lapisan High Pressure Laminate (HPL) hingga menjadi produk backdrop interior dinding yang rapi dan siap pasang. 


Sebabnya, pasar jasa pengerjaan interior bangunan di kawasan Papua Selatan kian membutuhkan tenaga terampil yang paham standar teknis serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).


Bagi Ramdan bersama tim studionya, keterlibatan perancang profesional dalam agenda ini merupakan bentuk pengabdian untuk mendongkrak kapasitas sumber daya manusia lokal. Praktik pertukangan tersebut diarahkan agar peserta memahami alur produksi dari sketsa hingga barang jadi.


Seluruh rangkaian bimbingan vokasi ini ditargetkan mampu menghasilkan portofolio karya nyata yang siap dipasarkan, sekaligus mempermudah proses reintegrasi sosial klien di Kabupaten Merauke. 


(Rizki ) 

Komentar

Tampilkan

Terkini