Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendorong peningkatan produksi bawang merah untuk menambah pasokan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di daerah. Dari lahan lebih dari dua hektare di Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, produksi bawang merah diperkirakan mencapai 50 ton.
Upaya tersebut ditandai dengan tanam perdana bawang merah oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, bersama kelompok tani Tepah Jaya di lahan pertanian setempat.
Bupati Armia mengatakan ketersediaan pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga bahan pokok. Bawang merah termasuk komoditas yang perlu mendapat perhatian karena permintaannya tinggi dan harganya dapat berfluktuasi ketika pasokan terbatas.
“Diharapkan nantinya, ketika bawang ini panen mampu mengendalikan harga pasar dengan bijak,” ujar Armia.
Bawang merah yang ditanam menggunakan bibit dari Brebes. Dengan luas lahan lebih dari dua hektare, produksi diperkirakan mencapai 50 ton saat panen.
Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan juga memberikan fasilitasi bibit bawang merah unggul kepada kelompok tani. Pemerintah berharap pengembangan komoditas tersebut dapat memperkuat produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Armia juga mengajak masyarakat, termasuk aparatur kampung dan Forkopimcam, mengoptimalkan lahan pertanian maupun pekarangan untuk menanam komoditas yang relatif cepat dipanen.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan bawang merah dari petani lokal sehingga turut mendukung stabilitas harga pangan di Aceh Tamiang
.(Kamalruzamal)


