Lampumerahnews.id
JAKARTA – Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian terhadap sebuah speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Selasa (8/9).
Di dalam kapal tersebut terdapat 8 orang, terdiri dari 5 jurnalis Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan 3 awak kapal, yang hendak meliput Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator, Al Amrad, menjelaskan kronologi awal. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB saat salah satu jurnalis mengirimkan _share location_ kepada rekan PFI di Lampung. Titik terakhir berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Pukul 18.13 WIB, kontak dengan kapal tersebut dinyatakan hilang.
Identitas Korban
Delapan orang dalam speed boat tersebut adalah:
Awak Kapal
1. Warta (55) - Kapten Kapal
2. Surakman (60) - Anak Buah Kapal
3. Heriyanto (49) - Guide
Jurnalis PFI
1. M Bagus Khoirunnas - Pewarta Foto Kantor Berita Antara
2. Ari Basuki - Pewarta Foto http://Merdeka.com
3. Yudistiro - Pewarta Foto http://iNews.id
4. Firman - Jurnalis Anadolu Agency
5. Donal - Jurnalis Lepas
Update Proses Pencarian
“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat,” kata Al Amrad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9).
Namun hingga penyisiran hari pertama berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun 8 orang yang masih dalam pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Panjang, hingga Pulau Rakata.
Pada sore hari, KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian.
Sekitar pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba di perairan Sangiang. Namun kapal tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang. Selanjutnya, KN SAR Tetuka 247 bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sambil tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual. Hasilnya nihil.
PFI Nyatakan Siaga Penuh
Dalam pernyataan resminya, PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang menyatakan siaga penuh dan memperkuat koordinasi terpadu.
“Sinergi tiga lini kepengurusan ini dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi bersama otoritas terkait,” demikian pernyataan PFI yang diterima.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polair, dan nelayan setempat.


