-->

TERKINI

Kader PKK Diminta Peka: Dari Pola Asuh Anak hingga Sampah Jadi Perhatian Utama

lampumerahnews
Selasa, 08 September 2026, 16.32 WIB Last Updated 2026-09-08T09:32:18Z

Lampumerahnews.id

KEPULAUAN SERIBU- Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menggelar pertemuan rutin di Pulau Pramuka, Selasa (08/09/2026). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi program sekaligus memperkuat peran PKK dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.


Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Purnomo, mengapresiasi konsistensi TP PKK yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.  


“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kabupaten beserta seluruh jajaran yang selama ini terus hadir dan bergerak bersama masyarakat. Bagi kami, PKK merupakan mitra yang sangat penting,” ujar Purnomo.


Menurutnya, kedekatan kader PKK dengan keluarga membuat organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mengetahui kondisi masyarakat.  


“Ibu-ibu PKK adalah ibu-ibu yang dekat dengan keluarga, mengetahui kondisi masyarakat, bahkan sering kali mengetahui lebih dahulu persoalan yang terjadi di lingkungan,” katanya.


Karena itu, Purnomo berharap pertemuan rutin tidak hanya menjadi forum laporan kegiatan, tetapi juga membahas kondisi nyata dan persoalan masyarakat.  


“Jangan hanya menyampaikan kegiatan yang sudah dilaksanakan. Mari kita manfaatkan untuk berbicara tentang kondisi nyata wilayah, apa persoalan yang sedang dihadapi keluarga dan apa yang perlu dibantu pemerintah maupun PKK,” jelasnya.


Ia juga meminta kader PKK tidak ragu menyampaikan persoalan di lapangan, mulai dari pendidikan anak, kesehatan, hingga kebutuhan keluarga lainnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Indah Susanti, menegaskan PKK bukan sekadar lembaga kemasyarakatan, melainkan wadah untuk menggerakkan masyarakat dan membangun kesejahteraan dari keluarga.  


“PKK bukan sekadar lembaga kemasyarakatan, melainkan wadah ketulusan untuk menggerakkan hati dan membangun kesejahteraan dari tingkat keluarga,” tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, Indah menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian TP PKK, mulai dari tertib administrasi, kepekaan terhadap persoalan masyarakat, penanganan stunting, penguatan Posyandu, hingga evaluasi program kerja 2026.


Ia meminta seluruh jajaran PKK di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten memperbarui administrasi dan memastikan seluruh kegiatan tercatat serta terdokumentasi dengan baik.  


“Administrasi yang baik akan memudahkan kita melihat capaian sekaligus menentukan tindak lanjut program,” ujarnya.


Indah juga mengingatkan kader agar lebih peka terhadap persoalan yang berkembang, seperti pola asuh, penggunaan gadget dan media sosial, kesehatan dan gizi, lingkungan dan sampah, serta perlindungan perempuan dan anak.  


“Kita tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga mendengar apa yang masyarakat katakan dan mereka butuhkan,” katanya.


Terkait stunting, Indah meminta kader tidak hanya melihat dari angka dalam laporan.  


“Di balik setiap angka ada anak yang harus kita jaga tumbuh kembangnya dan keluarga yang perlu kita dampingi. Apabila ditemukan anak yang membutuhkan perhatian, segera bergerak dan koordinasikan dengan Posyandu, Puskesmas, kelurahan dan pihak terkait,” ungkapnya.


Ia juga mendorong penguatan Posyandu yang kini melayani masyarakat sepanjang siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.


Memasuki September 2026, seluruh jajaran TP PKK diminta mulai mengevaluasi program kerja tahun berjalan dan menyiapkan laporan secara berjenjang.  


“Kita sudah memasuki bulan September. Saya minta masing-masing TP PKK kelurahan dan kecamatan mulai mengevaluasi program kerja 2026, melihat mana yang sudah terlaksana, mana yang belum, serta apa yang masih perlu ditindaklanjuti,” tandasnya.


Indah berharap penyusunan laporan tidak hanya memuat daftar kegiatan, tetapi juga capaian, kendala, tindak lanjut, serta persoalan yang masih harus diselesaikan.  


“Jangan menunggu sampai akhir tahun untuk mengumpulkan data dan dokumentasi. Mari kita mulai rapikan dari sekarang,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini