Lampumerahnews.id
Jakarta — Penampilan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi perhatian publik setelah keduanya terlihat mengenakan penutup kepala adat yang berbeda dalam waktu berdekatan.
Jokowi tampil mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan iket Sunda berwarna putih saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Kehadiran Jokowi dalam agenda tersebut memang berkaitan dengan kegiatan konsolidasi PSI. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI dan menyatakan dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar partai tersebut sejak 14 Oktober 2025.
Penampilan Jokowi dengan iket Sunda kemudian menjadi sorotan tersendiri di media sosial. Sejumlah unggahan turut menyandingkan penampilan tersebut dengan video terbaru Dedi Mulyadi yang beredar pada Minggu (27/9/2026).
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan blangkon bergaya Jawa. Penampilan itu menarik perhatian karena selama ini Dedi kerap tampil menggunakan iket yang identik dengan budaya Sunda.
Perbedaan penampilan kedua tokoh tersebut kemudian memunculkan beragam tafsir di ruang digital. Sebagian pengguna media sosial mengaitkan penggunaan penutup kepala adat itu dengan simbol budaya sekaligus komunikasi politik.
Foto Jokowi yang mengenakan iket Sunda dan Dedi Mulyadi dengan blangkon Jawa bahkan ramai diperbincangkan secara berdampingan. Dari situ muncul spekulasi mengenai kemungkinan adanya pesan tertentu di balik pilihan busana keduanya.
Namun, hingga kini tidak terdapat keterangan langsung dari Jokowi maupun Dedi Mulyadi yang menyatakan bahwa penggunaan iket Sunda dan blangkon tersebut merupakan bentuk komunikasi politik yang sengaja ditujukan kepada publik.
Di sisi lain, agenda Jokowi di Bandung sendiri merupakan kegiatan resmi PSI. Dalam Rakorda tersebut, Jokowi memberikan arahan kepada kader agar struktur partai tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga aktif bekerja dan hadir di tengah masyarakat.
Jokowi juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan berbagai komunitas dan tokoh masyarakat di tingkat daerah.
Sementara itu, kemunculan Dedi Mulyadi dengan blangkon dalam video terbarunya menjadi bagian dari aktivitas yang kemudian mendapat perhatian warganet. Perbedaan aksesori budaya yang dikenakan kedua tokoh tersebut akhirnya berkembang menjadi bahan perbincangan mengenai simbol, identitas budaya, dan dinamika politik menjelang agenda politik nasional mendatang.
Dengan demikian, narasi mengenai adanya “pesan politik” atau keterkaitan khusus antara pilihan busana Jokowi dan Dedi Mulyadi masih berada pada ranah tafsir serta spekulasi publik dan belum disertai pernyataan langsung dari kedua tokoh tersebut.


