-->

TERKINI

Menteri LH Gagas Pertobatan Ekologis Nasional Usai Bertemu Sri Sultan HB X

lampumerahnews
Jumat, 24 Juli 2026, 19.40 WIB Last Updated 2026-07-24T12:40:56Z

Lampumerahnews.id

YOGYAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat , mengaku mendapat "suntikan" keberanian dan wisdom untuk menjaga lingkungan setelah bersilaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X,  di Kepatihan DIY, Jumat (24/7/2026).


Dalam pertemuan itu, Sri Sultan HB X menekankan pentingnya sikap bijaksana dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan.


“Tadi hasil obrolan, saya mendapatkan wisdom dari Sri Sultan HB X bahwa kita harus mengayomi alam lingkungan,” kata Menteri Jumhur.


Kalau Kebijakan Nakal, Alam Akan Marah


Menurut Menteri Jumhur, Sri Sultan mengingatkan agar pemerintah berhati-hati mengeluarkan kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan.


“Kalau kebijakan yang dikeluarkan nakal maka alam juga akan marah, tapi kalau kita arif dan bijaksana kepada alam maka alam juga akan kembali baik terhadap kita,” ujarnya.


Ia menilai pesan tersebut sejalan dengan tagline Kementerian LH yang ingin menggugah kesadaran manusia, bukan hanya lewat aturan. 


“Nilai budaya yang baik menjaga lingkungan seperti itu harus dihidup-hidupkan,” kata Jumhur.


Kembali ke Budaya Memuliakan Alam


Menteri Jumhur menyebut budaya bangsa Indonesia sejatinya memuliakan alam. Namun dalam proses pembangunan, masyarakat kerap terhipnotis dengan budaya serba cepat dan serba tumbuh sehingga mengabaikan kelestarian.


“Hal-hal semacam itu harus kita tinggalkan dan sekarang kita kembali ke budaya yang memuliakan alam lingkungan, memuliakan bumi,” tegasnya.


Ia juga terkesan dengan cerita Sri Sultan HB X yang tegas menindak pelanggar lingkungan. 


“Saya termasuk orang yang terhenyak juga mendengar cerita beliau. Beliau berani mempermasalahkan orang yang dengan sengaja merusak lingkungan. Itu menambah keberanian saya dan jajaran KLH untuk tidak lagi main-main dengan perusak lingkungan,” ujarnya.


Gagas "Pertobatan Ekologis Nasional"


Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga menyampaikan rencana KLH untuk melakukan pertobatan ekologis nasional.


“Kita secara budaya, secara kesadaran, kita berubah. Kita akui bersalah terhadap alam ini, jangan lagi mengabaikan moral lingkungan. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar. Artinya tobat kira-kira seperti itu,” kata Jumhur.


Ia menekankan pembangunan tetap boleh dilakukan, asal tidak merusak alam. Bahkan harus dilakukan bersamaan dengan upaya pelestarian. Langkah paling sederhana adalah patuh terhadap peraturan yang sudah ada.


Jumhur juga mengakui adanya kekurangan pengawasan dari KLH sebagai salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan.


“Kami akui dan itu bagian dari bertobat juga. Tidak usah menyalahkan orang lain. Terpenting sekarang dengan melakukan pertobatan ekologis adalah kita semua melakukan introspeksi diri demi menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini