Lampumerahnews.id
Aceh Tamiang-Pengajian akbar yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang di Tribun Kantor Bupati, Kamis (9/4/2026), menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rangkaian awal peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Aceh Tamiang, tetapi juga momentum memperkuat harapan publik agar pemulihan berjalan lebih cepat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan yang difasilitasi Prokopim itu dihadiri Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (P) Drs. Armia Fahmi, MH, Wakil Bupati Ismail, SE.I, unsur Forkopimda, jajaran kepala SKPK, serta ASN. Pengajian akbar menjadi agenda pembuka menuju peringatan HUT daerah yang diperingati setiap 10 April, sekaligus ruang refleksi bersama atas kondisi pascabencana.
Mengawali sambutannya, Bupati Armia Fahmi menegaskan bahwa peringatan hari jadi tahun ini memiliki makna mendalam karena berlangsung di tengah ujian yang dihadapi masyarakat.
“Kita menyadari bahwa ujian bencana alam yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu yang lalu, menjadi tantangan besar yang menguji kesabaran kita, apakah kita mampu bangkit lagi atau kita selamanya terpuruk dalam kesedihan,” ujarnya.
Ia menyebut, pengajian akbar menjadi langkah awal mempererat silaturahmi dan memperkuat doa bersama agar masyarakat mampu bangkit secara kolektif. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga seluruh aspek kehidupan kembali berjalan normal.
Tema HUT ke-24 Aceh Tamiang “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” disebut menjadi arah kebijakan pemulihan di berbagai sektor. Pemerintah mendorong percepatan pemulihan ekonomi, sosial, dan kesehatan melalui sinergi, gotong royong, serta penguatan ketahanan masyarakat menghadapi tantangan ke depan.
“Dirgahayu ke-24 Kabupaten Aceh Tamiang, mari pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ucap Bupati.
Pengajian juga diisi tausiah oleh Ustadz Dedi Suriansyah yang mengingatkan bahwa musibah merupakan ujian sekaligus teguran bagi umat manusia. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri serta meningkatkan kesabaran dan keikhlasan dalam menerima takdir.
“Tanya pada diri kita sendiri apa dosa yang sudah dilakukan sampai bencana datang ke negeri kita. Sabar dan ikhlas menerima takdir dan ujian dari Allah. Sebab, pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Orang yang semakin tinggi imannya akan semakin besar pula ujiannya,” pesannya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap ridha atas ujian yang diberikan serta kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Usai rangkaian zikir dan pengajian, agenda peringatan HUT Aceh Tamiang ke-24 akan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna di ruang sidang DPRK Aceh Tamiang sebagai bagian dari puncak kegiatan daerah.
(Kamalruzamal)


