Lampumerahnews.id
Aceh Tamiang — Sebanyak 156 kepala keluarga (KK) korban banjir Aceh Tamiang kini bersiap menempati Hunian Sementara (Huntara) II yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum. Penyerahan kunci Huntara II Aceh Tamiang dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, kepada Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, di depan SMP Negeri 1 Karang Baru, Minggu (15/02/2026).
Penyerahan ini menandai difungsikannya hunian sementara korban banjir sebagai tempat tinggal layak bagi warga terdampak, khususnya masyarakat Kampung Bundar dan sekitarnya yang selama ini menunggu kepastian relokasi sementara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ismail menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan pascabencana di Aceh Tamiang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya warga Kampung Bundar yang terdampak banjir,” ujar Wabup.
Ia menegaskan, penyerahan kunci Huntara II ini menjadi momen penting bagi para penyintas yang selama berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan.
“Hari ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat. Setelah kunci diterima secara resmi, 156 KK dapat segera menempati hunian yang telah disiapkan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, kunci hunian sementara Aceh Tamiang juga diserahkan secara simbolis kepada Camat Karang Baru untuk mengatur proses penempatan warga penerima manfaat agar berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Pembangunan Huntara II oleh Kementerian PU ini merupakan bagian dari rangkaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir bandang Aceh Tamiang. Pemerintah daerah berharap keberadaan hunian sementara ini dapat memberi rasa aman dan kenyamanan bagi warga, sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap direalisasikan.
Dengan difungsikannya Huntara II Aceh Tamiang, sebanyak 156 KK korban banjir kini memiliki tempat tinggal sementara yang lebih layak, sekaligus menjadi langkah konkret percepatan pemulihan pascabencana di daerah tersebut.
(Kamalruzamal)



fsppi