-->

TERKINI

Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Garda Damai Gelar Kirab di Aceh Besar dan Banda Aceh

lampumerahnews
Minggu, 16 Agustus 2026, 07.18 WIB Last Updated 2026-08-16T00:18:35Z

Lampumerahnews.id

ACEH BESAR — Sekitar 250 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan komunitas mengikuti Kirab Aceh 2026 yang digelar Garda Damai Aceh (GDA) dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh, Sabtu (15/8/2026).


Kegiatan tersebut ditandai dengan konvoi menggunakan mobil, becak, dan sepeda motor yang melintasi sejumlah wilayah Aceh Besar hingga Kota Banda Aceh.


Kirab turut melibatkan Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Besar bersama sejumlah komunitas dan elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan perdamaian Aceh.


 Garda Damai Jadikan Kirab sebagai Pesan Menjaga Perdamaian


Koordinator Garda Damai Aceh, Raif Alghifari, menyampaikan bahwa Kirab Aceh 2026 tidak dimaksudkan sekadar sebagai kegiatan seremonial dalam memperingati 21 tahun perdamaian Aceh.


Menurut Raif, momentum tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan Aceh sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian secara bersama-sama.


“Perdamaian Aceh merupakan hasil dari perjalanan panjang yang harus terus kita rawat bersama. Melalui Kirab Aceh 2026, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah milik seluruh masyarakat Aceh dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” ujar Raif, Sabtu (15/8/2026).


Ia menyebutkan, keterlibatan sekitar 250 peserta dari berbagai unsur menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam kegiatan memperingati perdamaian Aceh.


Konvoi yang melintasi Aceh Besar dan Banda Aceh, lanjutnya, juga dimaknai sebagai upaya menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat di berbagai wilayah.


“Kirab ini bukan hanya tentang kendaraan yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Yang ingin kita gerakkan adalah pesan bahwa perdamaian harus terus hidup dalam kesadaran masyarakat Aceh,” katanya.


 Generasi Muda Dinilai Penting Menjaga Keberlanjutan Perdamaian


Raif mengatakan, keberlanjutan perdamaian Aceh tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.


Ia menilai generasi muda memiliki peran penting agar nilai-nilai perdamaian tetap dipahami dan diteruskan kepada generasi berikutnya.


“Kita perlu memahami sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh agar pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.


Keterlibatan JASA Aceh Besar dalam Kirab Aceh 2026 disebut menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut.


 Usung Tema Bersatu dalam Damai


Kirab Aceh 2026 mengusung tema “Bersatu dalam Damai, Maju dalam Kebersamaan, Menuju Aceh Sejahtera.”


Menurut GDA, tema tersebut menggambarkan pandangan bahwa perdamaian tidak hanya berkaitan dengan berakhirnya konflik bersenjata, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang bersatu, stabilitas, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.


Garda Damai Aceh memandang perdamaian sebagai modal sosial dan politik yang perlu dijaga agar Aceh dapat terus bergerak menuju masa depan yang aman, maju dan sejahtera.


Melalui kegiatan tersebut, GDA berharap peringatan 21 tahun perdamaian Aceh tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga perdamaian.


Bagi penyelenggara, perdamaian Aceh tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah, tetapi juga menjadi tanggung jawab generasi saat ini untuk diteruskan kepada generasi mendatang.


Catatan redaksi: Berita ini ditulis berdasarkan rilis kegiatan yang diterima. Pernyataan dan pandangan mengenai makna kegiatan merupakan keterangan dari Garda Damai Aceh. 


(tz)

Komentar

Tampilkan

Terkini